Diet 101: Manfaat dan Peringatan Dari Ketosis, Paleo, dan Puasa Diet

Dokter kardiologis senior, Dr Ramasami Nandakumar membagikan informasi lebih dalam tentang diet-diet berikut ini guna menurunkan berat badan.

Jika Anda pernah berpikir tentang diet, mungkin salah satu jenis diet ini pernah terlintas di benak Anda. Jenis diet berikut dapat menurunkan berat badan dan memberikan manfaat kesehatan bagi Anda. Kami berdiskusi dengan Dr Nandakumar tentang hal ini:

  1. Diet Ketosis

Diet ketosis adalah salah satu jenis diet dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Dalam diet ketosis, konsumsi karbohidrat Anda tidak lebih dari 50 gram per hari hingga tubuh Anda masuk ke dalam fase ketosis. Fase ketosis terjadi di mana pembakaran energi berasal dari lemak lebih banyak daripada glukosa. Jenis makanan yang disarankan dalam diet ketosis adalah produk dairy, telur, daging merah, daging unggas, makanan laut, sayuran, dan kacang.

  • Apa yang Anda dapatkan dari diet ketosis untuk menurunkan berat badan?

Dr Ramasami Nandakumar, diet ketosis mulanya diterapkan sebagai pengobatan yang efektif bagi anak penderita epilepsi di tahun 1920-an. Lima puluh tahun kemudian diet ketosis dilakukan untuk menurunkan berat badan. Penelitian membuktikan bahwa berat badan seseorang turun lebih cepat dengan diet ketosis. Hal demikian terjadi karena perasaan kenyang dari protein, nafsu makan yang menghilang, dan berkurangnya lemak dalam tubuh.

  • Apakah ada peringatan sebelum memulai diet ketosis?

Dr Ramasami Nandakumar: Bagi Anda yang menderita gagal ginjal dan diabetes, akan lebiih jika berkonsultasi dengan dokter dan ahli diet sebelum memulai diet rendah karbohidrat ini.

  1. Diet Paleo

Diet paleo atau caveman adalah salah satu jenis diet dengan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, mengandung protein, dan rendah karbohidrat. Berdasarkan diet ini, apa yang tidak dimakan di era Palaeolitik umumnya berbahaya bagi tubuh Anda, karena gen tidak berkembang cukup baik sejak nenek moyang.

Pada diet paleo mendorong Anda untuk mengonsumsi makanan yang bebas gluten dan mengurangi konsumsi sereal, gandum, barley, rye, legumes, minyak sayur, produk susu, gula, dan makanan olahan.

  • Apa manfaat dari diet paleo?

Dengan menjalankan diet paleo akan meningkatkan rasa kenyang dalam tubuh, perubahan berat badan, ukuran lingkar pinggang, tekanan darah, dan kolesterol. Beberapa studi menunjukkan diet paleo bermanfaat untuk mengatur kelainan metabolisme seperti pada penderita diabetes dan penyerapan glukosa dalam darah.

  • Apa hal yang harus diperhatikan dalam diet paleo?

Dalam studi tidak menunjukkan adanya perbedaan tingkatan glukosa dan insulin dari perbandingan dalam makanan tertentu. Kurangnya asupan kalsium juga menjadi isu di diet paleo. Ada banyak antropologi yang tidak setuju  dengan sejarah diet paleo.

  1. Diet Puasa

Diet puasa sebenarnya bukanlah salah satu jenis diet seperti diet ketosis atau diet paleo, melainkan penerapan pola makan dengan menyusun daftar makanan yang akan dikonsumsi. Selama 3-5 jam setelah makan, tubuh Anda sedang melakukan sebuah proses penyerapan makanan. Dalam kondisi tersebut, insulin dalam tubuh akan meningkat dan pembakaran lemak dalam tubuh menjadi sulit. Proses penyerapan makanan berakhir 8-12 jam setelah waktu makan terakhir yang Anda lakukan. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan berada dalam fase berpuasa dan pembakaran lemak akan jauh lebih mudah karena kadar insulin rendah.

  • Apa manfaat dari diet puasa?

Hasil dari percobaan diet puasa yang dilakukan menunjukkan bahwa pola makan dapat menurunkan berat badan. Diet puasa yang telah dimodifikasi memberikan hasil yaitu penurunan berat badan dan metabolisme tubuh. Jika menelisik hasil studi, mengurangi makan di waktu malam hari atau puasa dengan waktu yang cukup panjang memberikan dampak baik bagi kesehatan manusia.

  • Hal apa yang harus diperhatikan dalam diet puasa?

Meskipun diet puasa memberikan dampak penuruan berat badan dan stabilnya tingkat glukosa serta insulin dalam tubuh, tapi tidak bisa dikaitkan dengan rasa lapar pada saat berpuasa. Hal tersebut mungkin dapat memicu rasa keinginan pada makanan yang berlebihan. Diet puasa tidak dapat diterapkan bagi Anda yang harus membutuhkan makanan secara berkala atau mengonsumsi obat secara berkala, dalam masa pertumbuhan da wanita hamil atau menyusui. Diet puasa juga tidak dapat diterapkan bagi Anda yang memiliki gangguan makan.


Referensi:

Foster GD, Wyatt HR, Hill JO, et al. A randomized trial of a low-carbohydrate diet for obesity. N Engl J Med. 2003;348:2082-90.
Samaha FF, Iqbal N, Seshadri P, et al. A low-carbohydrate as compared with a low-fat diet in severe obesity. N Engl J Med. 2003;348:2074-81.
Bligh HF, Godsland IF, Frost G, et al. Plant rich mixed meals based on Palaeolithic diet principles have a dramatic impact on incretin, peptide YY and satiety response, but show little effect on glucose and insulin homeostasis: An acute-effects randomised study. Br J Nutr 2015;113: 574–84.
Mellberg C, Sandberg S, Ryberg M, et al. Longterm effects of a Palaeolithic-type diet in obese postmenopausal women: A 2-year randomized trial. Eur J Clin Nutr 2014;68:350–57.
Osterdahl M, Kocturk T, Koochek A, Wandell PE. Effects of a short-term intervention with a paleolithic diet in healthy volunteers. Eur J Clin Nutr 2008;62:682–85.
Barnosky AR, Hoddy KK, Unterman TG, Varady KA. Intermittent fasting vs daily calorie restriction for type 2 diabetes prevention: a review of human findings. Transl Res. 2014;164:302–11.
Varady KA, Roohk DJ, Loe YC, McEvoy-Hein BK, Hellerstein MK. Effects of modified alternate-day fasting regimens on adipocyte size, triglyceride metabolism, and plasma adiponectin levels in mice. J Lipid Res. 2007;48:2212–9.
Cnop M, Havel PJ, Utzschneider KM, Carr DB, Sinha MK, Boyko EJ, Retzlaff BM, Knopp RH, Brunzell JD, Kahn SE. Relationship of adiponectin to body fat distribution, insulin sensitivity and plasma lipoproteins: evidence for independent roles of age and sex. Diabetologia. 2003;46:459–69.
Metabolic Effects of Intermittent Fasting, Ruth E. Patterson1,2 and Dorothy D. Sears1,2,3Annu. Rev. Nutr. 2017. 37:371–93
10 Diet Review: Intermittent Fasting for Weight Loss | The Nutrition Source | Harvard T.H. Chan School of Public Health

Tentang Dr Ramasami Nandakumar

Saat ini Dr. Kumar bekerja sebagai Kardiolog Intervensi Senior di  Rumah Sakit Mount Elisabeth Novena, Rumah Sakit Gleneagles, Rumah Sakit Farrer park, Rumah Sakit Mount Alvernia dan Pusat Cardiac Centre international. Beliau juga merupakan Konsultan Senior Tamu di Rumah Sakit Ng Teng Fong dan Rumah Sakit Universitas Nasional. Anda bisa menghubungi Dr. Kumar di +6582616483 atau melalui situs www.h2h.com.sg.

About the Author :